Serangan Houthi di Bandara Riyadh Tewaskan 1 Orang, 11 Terluka

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
8 Min Read

HEADLINNEWS.ID – Serangan Houthi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, menewaskan seorang warga Pakistan dan melukai 11 orang lainnya. Otoritas setempat membawa para korban luka ke rumah sakit, sementara kerusakan akibat serangan tersebut masih dalam penilaian.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) mengonfirmasi identitas korban tewas tersebut. Belum ada perincian lebih lanjut mengenai identitas korban luka maupun tingkat keparahan cedera mereka dalam informasi yang tersedia.

Serangan itu terjadi pada Minggu, 11 Oktober 2026, ketika sebuah proyektil yang belum diketahui jenis dan asalnya menghantam Terminal 4 bandara. Koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman menyatakan hantaman proyektil tersebut memicu kebakaran di area terminal.

Insiden ini terjadi sehari setelah serangan lain di bandara yang sama dilaporkan menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Dengan demikian, dua serangan dalam rentang dua hari tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa dan luka dalam jumlah besar di fasilitas penerbangan utama ibu kota Arab Saudi itu.

Koalisi pimpinan Arab Saudi menuding kelompok Houthi dari Yaman sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Koalisi juga menyatakan akan memberikan tanggapan tegas dan menilai serangan itu melanggar hukum humaniter internasional.

Kelompok Houthi, yang didukung Iran, pada Minggu mengklaim telah melancarkan sejumlah serangan dalam kurun 24 jam terakhir, termasuk terhadap Bandara Internasional King Khalid. Kelompok tersebut juga mengancam akan terus menargetkan pusat-pusat transit di Arab Saudi.

Dalam pernyataannya, Houthi menyebut pusat-pusat transit kerajaan itu sebagai medan operasi bagi pasukan mereka. Namun, informasi yang tersedia tidak merinci jenis persenjataan yang digunakan dalam setiap serangan maupun hubungan teknis antara proyektil yang menghantam Terminal 4 dan klaim serangan kelompok tersebut.

Suara ledakan terdengar di Riyadh pada Minggu. Seorang warga di kawasan Al-Aarid, bagian utara ibu kota Saudi, menggambarkan getaran yang dirasakan di tempat tinggalnya setelah suara ledakan tersebut.

“Burung-burung menjadi panik setelah mendengar suara itu. Seluruh rumah berguncang,” ujar warga tersebut.

Kesaksian itu menggambarkan dampak ledakan yang dirasakan di kawasan permukiman Riyadh. Meski demikian, informasi yang tersedia tidak menjelaskan jarak lokasi warga tersebut dari bandara ataupun apakah getaran yang dirasakan berasal langsung dari hantaman proyektil di Terminal 4.

Dampak serangan juga menjalar ke operasional penerbangan. Seorang sumber senior penerbangan menyatakan otoritas menghentikan operasi bandara hingga Minggu. Layanan pemantau lalu lintas udara Flightradar24 melaporkan penutupan bandara diperpanjang sampai pukul 21.00 waktu setempat.

Sumber penerbangan lainnya mengonfirmasi penghentian operasi hingga pemberitahuan lebih lanjut. Sumber tersebut juga menyebut peralatan radar dan komunikasi mengalami kerusakan, sedangkan landasan pacu perlu diperiksa kondisinya.

Kerusakan pada peralatan radar dan komunikasi menjadi bagian dari persoalan operasional yang harus ditangani setelah serangan. Pemeriksaan landasan pacu juga diperlukan sebelum kondisi fasilitas tersebut dapat dipastikan, berdasarkan keterangan sumber penerbangan yang dikutip dalam laporan.

Belum terdapat perincian mengenai nilai kerugian materiil akibat serangan tersebut. GACA menyatakan kerusakan masih dalam tahap penilaian, sehingga besaran kerugian dan cakupan kerusakan fasilitas belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.

Rangkaian peristiwa itu memperlihatkan bahwa serangan terhadap bandara tidak hanya menimbulkan korban, tetapi juga mengganggu fasilitas yang digunakan untuk pergerakan penumpang dan operasional penerbangan. Namun, data yang tersedia belum menjelaskan jumlah penerbangan yang terdampak, berapa lama penghentian operasi berlangsung secara keseluruhan, ataupun kapan bandara dapat kembali beroperasi normal.

Bandara Internasional King Khalid merupakan lokasi dua serangan yang dilaporkan terjadi dalam rentang dua hari pada 10 dan 11 Oktober 2026. Serangan pertama, menurut informasi dalam sumber, menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Sehari kemudian, serangan berikutnya kembali menimbulkan korban jiwa dan luka, dengan satu warga Pakistan dilaporkan tewas dan 11 orang lainnya terluka.

Dalam insiden pada Minggu, koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman menyebut sebuah proyektil tak dikenal menghantam Terminal 4 dan memicu kebakaran. Informasi tersebut belum disertai rincian mengenai jenis proyektil, lokasi peluncuran, atau mekanisme yang menyebabkan proyektil mencapai bandara.

Koalisi menuding Houthi bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pada hari yang sama, kelompok Houthi mengklaim telah melakukan sejumlah serangan dalam 24 jam terakhir, termasuk terhadap bandara Riyadh. Kelompok itu juga menyampaikan ancaman untuk melanjutkan serangan terhadap pusat-pusat transit di Arab Saudi.

Kedua informasi tersebut perlu dibedakan secara jurnalistik. Tuduhan koalisi merupakan pernyataan pihak yang menuding, sedangkan klaim Houthi merupakan pengakuan kelompok tersebut mengenai rangkaian serangannya. Informasi yang tersedia belum memuat hasil penyelidikan independen yang memastikan secara terperinci keterkaitan kelompok itu dengan proyektil yang menghantam Terminal 4.

Dampak operasional menjadi bagian lain dari rangkaian peristiwa tersebut. Sumber penerbangan menyebut penghentian operasi bandara, kerusakan peralatan radar dan komunikasi, serta perlunya pemeriksaan landasan pacu. Flightradar24 melaporkan penutupan diperpanjang hingga pukul 21.00 waktu setempat, sedangkan sumber penerbangan lainnya menyatakan penghentian berlaku sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Informasi mengenai waktu penutupan itu belum memberikan gambaran lengkap mengenai durasi gangguan setelah batas waktu yang disebutkan. Tidak tersedia pula data tentang jadwal penerbangan yang dibatalkan atau dialihkan, jumlah penumpang terdampak, serta waktu pemulihan seluruh fasilitas bandara.

Dua serangan yang dilaporkan terjadi dalam dua hari di Bandara Internasional King Khalid menempatkan korban jiwa, keselamatan penumpang, dan keberlangsungan operasional penerbangan sebagai persoalan utama. Serangan kedua menewaskan satu orang dan melukai 11 orang, sementara insiden sehari sebelumnya dilaporkan menimbulkan 12 korban tewas dan lebih dari 300 korban luka.

Dampak terhadap operasional tidak berhenti pada kebakaran atau kerusakan fisik yang terlihat. Keterangan sumber penerbangan mengenai kerusakan radar dan komunikasi, serta kebutuhan memeriksa landasan pacu, menunjukkan adanya sejumlah aspek teknis yang harus diperiksa sebelum kondisi fasilitas dapat dinyatakan aman untuk digunakan. Namun, informasi yang tersedia belum cukup untuk memastikan tingkat kerusakan keseluruhan maupun lamanya pemulihan operasional.

Penghentian penerbangan juga berpotensi memengaruhi penumpang dan maskapai yang menggunakan bandara tersebut. Besarnya dampak itu belum dapat dihitung karena tidak tersedia data mengenai jumlah penerbangan yang dihentikan, pembatalan, pengalihan rute, ataupun penumpang yang tertahan. Karena itu, dampak terhadap perjalanan udara perlu dilaporkan berdasarkan data operasional yang terverifikasi, bukan perkiraan.

Aspek lain yang memerlukan kehati-hatian adalah penetapan pihak yang bertanggung jawab. Koalisi pimpinan Arab Saudi menuding Houthi sebagai pelaku, sementara kelompok tersebut mengklaim telah melakukan serangkaian serangan. Kedua pernyataan itu merupakan informasi penting dalam kronologi, tetapi tidak menggantikan kebutuhan akan hasil penyelidikan yang memastikan pelaku, jenis persenjataan, dan hubungan antara serangan yang dilaporkan.

Penilaian kerusakan oleh GACA dan pemeriksaan fasilitas penerbangan menjadi informasi lanjutan yang penting untuk melengkapi laporan. Kepastian mengenai kondisi landasan pacu, peralatan radar, komunikasi, serta waktu pembukaan kembali bandara diperlukan untuk menjelaskan dampak aktual serangan terhadap keselamatan dan layanan penerbangan.

Editor: Michael Ivan
Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!