Danantara Diharapkan Jadi Katalis Pendanaan Infrastruktur Nasional

HL-News
By
HL-News
2 Min Read
Oleh: HL-News

HEADLINNEWS.ID – Kesenjangan investasi infrastruktur di Indonesia dinilai masih besar dan membutuhkan sumber pendanaan tambahan di luar APBN.

Salah satu instrumen yang diharapkan mampu mengisi celah tersebut adalah Danantara, dana investasi berskala besar milik negara yang dikelola melalui BUMN.

Menurut Arief, Komisaris Pelindo, Danantara memiliki posisi strategis untuk menarik masuk modal swasta baik domestik maupun internasional.

“Danantara bukan sekadar dana investasi biasa. Dengan cakrawala investasi jangka panjang, lembaga ini bisa menjadi mitra kelembagaan yang kredibel untuk memobilisasi aliran modal asing ke proyek infrastruktur,” kata Arief dalam salah satu tulisan panjangnya di Headlinnews.

Baca: Peran Danantara untuk Mendukung Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan di Indonesia

Ia menekankan bahwa proyek-proyek infrastruktur seperti jalan tol, energi terbarukan, air dan sanitasi, serta konektivitas wilayah seringkali memiliki jangka waktu 25–50 tahun.

Karakteristik ini cocok dengan mandat Danantara yang mengelola kekayaan lintas generasi.

“Investasi infrastruktur inti menghasilkan arus kas yang stabil dan dapat diprediksi. Itu yang dibutuhkan dana negara berskala besar untuk meredam volatilitas portofolio,” ujarnya.

Arief juga menyoroti pentingnya pendekatan blended finance. Menurutnya, penggunaan dana publik secara terarah dapat menarik masuk (crowd-in) modal swasta ke proyek yang secara komersial masih berada sedikit di bawah standar pasar.

“Blended finance bukan hanya soal menambah dana, tapi juga memanfaatkan keahlian teknis dari berbagai pihak. Danantara bisa menjadi jembatan yang mengonsolidasikan proyek-proyek kecil sekaligus mengurangi persepsi risiko bagi investor internasional,” kata Arief.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan Danantara sangat bergantung pada kejelasan strategi yang selaras dengan agenda pembangunan nasional. Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pembangunan infrastruktur diarahkan lebih masif, merata, dan berkelanjutan, mencakup ketahanan pangan dan air, energi bersih, konektivitas wilayah, hingga penataan kota layak huni.

“Dengan modal awal yang masih terbatas, Danantara harus mampu menjadi katalis. Tanpa strategi yang jelas dan koordinasi yang kuat, potensi ini akan sulit diwujudkan,” tegas Arief.

Editor: HL-News
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!