HEADLINNEWS.ID – Ajang Nggravel Glenmore di Banyuwangi, Jawa Timur, diikuti ratusan pesepeda dari lima negara pada Minggu. Peserta berasal dari Australia, Belanda, Singapura, Swiss, dan Indonesia.
Kegiatan yang perdana digelar Mainsepeda bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi itu berlangsung di kawasan lereng Gunung Raung, Kecamatan Glenmore. Wilayah tersebut menjadi lokasi lintasan dengan karakter jalan yang memadukan aspal dan gravel.
Founder Mainsepeda Azrul Ananda mengatakan sekitar empat kilometer pertama lintasan masih berupa aspal. Setelah itu, peserta memasuki jalur berbatu kerikil dengan permukaan yang beragam.

Menurut Azrul, terdapat bagian lintasan yang memungkinkan pesepeda melaju lebih dari 40 kilometer per jam. Lintasan juga memiliki bagian rock garden yang menggetarkan badan serta area berpasir yang menuntut konsentrasi peserta.
Nggravel Glenmore menyediakan tiga kategori, yakni kompetitif gravel 100 kilometer race, kompetitif MTB 100 kilometer race, dan 80 kilometer nonrace. Garis start dan finish seluruh kategori berada di Industri Gula Glenmore.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan Kecamatan Glenmore memiliki potensi wisata alam karena berada di lereng Gunung Raung dengan pemandangan dan kondisi udara yang disebut mendukung kegiatan luar ruang.
Salah seorang peserta asal Yogyakarta, Tika, mengatakan ia baru pertama kali mencoba rute gravel. Ia mengikuti ajang tersebut dengan bekal pengalaman dan persiapan dari sejumlah kejuaraan balap sepeda di daerah lain.
Tika mengatakan keikutsertaannya tidak hanya untuk menyelesaikan perlombaan, tetapi juga berolahraga sambil berwisata.
Keikutsertaan peserta dari lima negara dan penyelenggaraan tiga kategori dengan jarak hingga 100 kilometer menjadi fakta utama yang memberi bobot berita pada ajang Nggravel Glenmore. Karakter lintasan yang memadukan aspal, gravel, rock garden, dan pasir juga memberi konteks konkret mengenai tantangan yang dihadapi peserta.

