GM Pelindo III Tanjung Emas Semarang, Capt S Joko: ‘’Target Kami Bukan di Lokal, Tapi di Kancah Global’’

HL-News
By
HL-News
3 Min Read
Oleh: HL-News

HEADLINNEWS.ID – Nama Capt. S Joko yang notabene adalah sosok nomor satu di jajaran PT Pelindo 3 Tanjung Emas Semarang tak banyak diketahui publik.

Untuk diketahui, sebagai General Manager, pria kelahiran Kediri Jatim ini lebih berfokus di belakang layar. Sesekali saja membersamai stakeholder yang anjangsana dalam rangka tugas atau keperluan lain.

‘’Bukan kami (Joko-red) tidak mau berinteraksi dengan stakeholder yang lain, tetapi komitmen dan tanggung jawab menuntut untuk bersikap segala sesuatunya terukur,’’ begitu ujarnya mengawali perbincangan dengan Headlinnews.Id di ruang kerjanya, Jl Coaster Kompleks Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Joko sendiri menjadi General Manajer sejak Oktober 2025 lalu, dan sebelumnya bertugas di Bengkulu. Selama bertugas di Bengkulu, sejumlah proyek strategis, termasuk pengerukan alur pelayaran pelabuhan serta pengembangan fasilitas ekspor container daerah dituntaskan. Jejak atau portofolio itulah yang menjadi penghela atau navigasi berlebih di Semarang.

‘’Tanjung Emas sekarang berada di peringkat ketiga, setelah Tanjung Priok, dan Tanjung Perak. Tapi target dan kompetitor kami bukan sesama Pelindo, namun kita harus mampu bersaing secara global,’’ ujarnya.

Memijakkan spirit itu, mengemban tugas dan amanah di Tanjung Emas, menuntutnya sigap dan tanggap.

‘’Ini (Tanjung Emas-red) merupakan instalasi vital, dalam konteks menyangga arus barang, dan penumpang, sekaligus pintu masuk perdagangan global,’’ tambah Joko penuh optimisme.

Dalam upaya menunaikan tugas dan tanggung jawab di atas, Joko memilih segala sesuatu dikaji mendalam. Tidak grusa-grusu apalagi membuat langkah kontroversial yang berisiko bagi stabilitas juga kondusivitas di Tanjung Emas.

Aspek lain yang menjadi sandaran dalam melangkah terkait dengan menjaga performa Pelindo 3 Tanjung Emas Semarang adalah sinergi dengan pemangku kebijakan yang lain.

‘’Kami harus selalu membangun sinergi positif, dan akselerasi bersama. Ada sejumlah kementerian yang memiliki relasi teknis, juga sinergi regulasi di lapangan,’’ ujar Joko lagi.

Kementerian BUMN menjadi pemegang saham mayoritas dan pembina korporasi. Kewenangannya adalah menyangkut tata kelola bisnis, penunjukan jajaran direksi/komisaris, restrukturisasi, serta kinerja keuangan Pelindo.

Kemudian Kementerian Perhubungan menjadi regulator teknis dan pembina operasional kepelabuhanan, secara lebih implementatif, yakni melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (serta KSOP/Otoritas Pelabuhan di daerah).

Selain kementerian di atas, menjadi bagian dari pilar penyangga adalah Kementerian KKP, kemudian Kementerian Perdagangan dan Perindustrian serta Kementerian Keuangan, atau lebih spesifik saat ini yang membidangi langsung Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Editor: Michael Ivan
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!