Dua Tahun Pendampingan Pemprov Jateng, Desa Ayamputih Kebumen Mulai Keluar dari Jeratan Kemiskinan

Witarto
By
Witarto
4 Min Read
Oleh: Witarto

HEADLINNEWS.IDKEBUMEN – Pendampingan intensif dan intervensi lintas sektor yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selama dua tahun terakhir mulai mengangkat kondisi Desa Ayamputih, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen dari keterbatasan ekonomi dan kemiskinan.

Hasil nyata dari berbagai program tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat menghadiri Festival Pangan sekaligus meninjau perkembangan desa di lokasi, Selasa (14/7/2026).

Selama kurun waktu 2025 hingga pertengahan 2026, Pemprov Jateng melalui berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah menyalurkan dukungan yang mencakup rehabilitasi rumah tidak layak huni, bantuan modal usaha, pengembangan peternakan, serta penguatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Langkah ini perlahan menggerakkan roda perekonomian desa dan membuka lapangan kerja baru bagi warga.

Taj Yasin menegaskan konsep Desa Dampingan tidak sekadar penyaluran bantuan sesaat, melainkan upaya membangun kemampuan masyarakat untuk mengembangkan potensi secara berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Ini bagian dari program Desa Dampingan Pemprov Jateng. OPD mendampingi mulai dari kelompok usaha maupun perorangan agar bisa berdiri sendiri,” ujarnya.

Salah satu kemajuan yang disoroti adalah kemitraan BUMDes peternakan ayam petelur Desa Ayamputih dengan PT Jateng Agro Berdikari (JTAB) yang difasilitasi Dinas Ketahanan Pangan. Ia memastikan keberlanjutan usaha ini akan didukung melalui penyerapan hasil oleh program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jawa Tengah.

“Kita pastikan SPPG Jateng membeli telur dan ayam dari peternak lokal supaya masyarakat bisa tumbuh bersama,” tegas Taj Yasin.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng Widi Hartanto menjelaskan pendampingan di desa ini masuk dalam upaya percepatan penanggulangan kemiskinan dan penguatan ketahanan pangan berbasis desa.

Sepanjang tahun 2025, total dukungan yang diterima Desa Ayamputih mencapai Rp492,81 juta yang bersumber dari anggaran OPD, Baznas, serta dana tanggung jawab sosial perusahaan. Alokasi tersebut digunakan untuk subsidi pangan dan energi bagi keluarga miskin, rehabilitasi 10 unit rumah tidak layak huni, pembangunan sanitasi, bantuan modal usaha, bibit tanaman, serta edukasi konsumsi pangan bergizi.

Pada tahun 2026, cakupan program diperluas dengan dukungan pengembangan usaha mikro, budidaya bebek petelur, pembangunan sembilan jamban keluarga, serta rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni senilai Rp100 juta. Di lokasi kegiatan juga dilakukan penandatanganan kerja sama resmi antara BUMDes Ayamputih dan PT JTAB untuk menjamin pasar hasil peternakan.

Selain penyaluran bantuan, Festival Pangan diisi dengan layanan publik yang dibutuhkan warga: Gerakan Pangan Murah, pemeriksaan kesehatan gratis, layanan administrasi kependudukan, Samsat Keliling, serta konsultasi perizinan usaha Nomor Induk Berusaha. Kegiatan ini juga digelar pasar UMKM pangan lokal untuk memperluas akses pemasaran hasil produksi warga.

Kepala Desa Ayamputih Saudi menyampaikan dampak program sudah mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain perbaikan kualitas hunian, aktivitas ekonomi baru mulai bermunculan.

“Kandang ayam petelur saja kini menyerap enam tenaga kerja. Kami juga mengembangkan objek wisata Pantai Happy yang memberi kesempatan kerja bagi sekitar 25 warga, terutama pemuda, lewat usaha kuliner dan pengelolaan area parkir,” jelasnya.

Saudi berharap berbagai intervensi ini menjadi fondasi kemandirian desa dan terus menurunkan angka kemiskinan di wilayahnya secara berkelanjutan.

 

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *