HEADLINNEWS.ID – Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad genap berusia 101 tahun pada Jumat, 10 Juli. Tokoh veteran ini merayakan hari jadinya di tengah masa pemulihan cedera patah tulang pinggul yang dialaminya awal tahun ini.
Pria kelahiran 10 Juli 1925 tersebut sebelumnya dirawat di Institut Jantung Nasional akibat insiden jatuh di rumahnya. Mempertimbangkan faktor usia yang telah menembus satu abad, ia memutuskan untuk menempuh jalur fisioterapi ketimbang prosedur operasi bedah.

Kondisi fisik yang kini mengharuskannya memakai kursi roda tidak menghentikan agendanya untuk tampil di hadapan publik. Pada pekan lalu, ia terlihat masih menyempatkan diri menemui warga secara langsung di wilayah Langkawi.
Kiprah pria ini mewarnai panggung perpolitikan Malaysia selama nyaris tujuh dekade. Ia tercatat pernah menduduki kursi perdana menteri keempat pada periode 1981 hingga 2003, lalu kembali memimpin sebagai perdana menteri ketujuh pada Mei 2018 setelah sukses mengalahkan dominasi koalisi Barisan Nasional.
Masa kepemimpinan periode keduanya harus berakhir lebih cepat pada Februari 2020 akibat peristiwa runtuhnya koalisi Pakatan Harapan yang dikenal sebagai manuver Sheraton. Sepanjang kariernya, ia pernah menjadi kawan maupun lawan bagi hampir seluruh partai besar seperti UMNO, DAP, PKR, dan PAS.
Pemerintahan yang dipimpinnya mewariskan berbagai proyek strategis, mulai dari peluncuran mobil nasional Proton hingga penerapan Kebijakan Pandang ke Timur. Ia juga mencetuskan pembangunan infrastruktur raksasa seperti Menara Kembar Petronas, Bandara Internasional Kuala Lumpur, Menara KL, serta pusat pemerintahan Putrajaya.
Meski sukses besar dalam pembangunan fisik, upayanya untuk menyatukan kekuatan politik etnis Melayu berujung buntu. Pada Mei lalu, ia menyampaikan pengakuan terbuka bahwa dirinya telah gagal menyatukan bangsa Melayu.
Kiprah panjang Mahathir memperlihatkan rekam jejak politik yang sangat dinamis, di mana ia berulang kali bermanuver dari posisi sekutu menjadi oposisi bagi berbagai partai di Malaysia. Bertahannya sang tokoh di usia lebih dari satu abad sembari tetap berinteraksi dengan publik di Langkawi juga menunjukkan tingkat resiliensi tinggi, terlepas dari keputusan medisnya memilih jalur perawatan konservatif tanpa operasi.
Mengutip laporan Free Malaysia Today, momentum perayaan keluarga ini masih akan berlanjut. Istri yang telah mendampinginya sejak tahun 1956, Dr. Hasmah Ali, dijadwalkan menyambut usia 100 tahun dalam waktu dua hari ke depan.

