Pemkot Semarang Genjot Pelestarian Warisan Maritim, Arsip Sejarah dan Artefak Mulai Dikumpulkan

Kemajuan infrastruktur dinilai harus berjalan seiring dengan upaya menjaga identitas dan jejak perjalanan panjang Semarang sebagai kota maritim.

Ria Diana
By
Ria Diana
Penyuka sushi dan semua tentang Jepang.
2 Min Read

HEADLINNEWS.ID – Pemerintah Kota Semarang mempercepat upaya pelestarian warisan maritim melalui penguatan arsip sejarah, pengembangan museum, serta kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan dan komunitas budaya.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rangkaian kegiatan yang diikuti Pemkot Semarang di Medan, Selasa (1/7/2026), bertepatan dengan pelaksanaan Rakernas XVIII APEKSI 2026.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, pelestarian sejarah menjadi bagian penting dalam pembangunan kota.

Menurutnya, kemajuan infrastruktur harus berjalan seiring dengan upaya menjaga identitas dan jejak perjalanan panjang Semarang sebagai kota maritim.

Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah pengembangan Semarang City Archive dan Museum Bahari. Fasilitas tersebut dirancang sebagai pusat penyimpanan arsip, edukasi publik, penelitian, hingga penguatan identitas daerah.

“Keberadaan arsip dan museum akan menjadi sarana untuk menjaga memori kolektif masyarakat sekaligus memperkenalkan sejarah Semarang kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Pemkot Semarang juga menerima penyerahan sejumlah artefak peradaban maritim serta koleksi surat kabar lama yang merekam perkembangan Kota Semarang pada masa lalu.

Koleksi arsip yang berasal dari periode 1858 hingga 1942 tersebut dinilai memiliki nilai penting dalam mendukung pengembangan basis data sejarah kota. Seluruh dokumen akan menjadi bagian dari upaya memperkuat dokumentasi dan preservasi sejarah Semarang.

Sejumlah akademisi yang hadir dalam forum tersebut menilai Semarang memiliki posisi strategis dalam sejarah maritim Nusantara. Kota ini berkembang sebagai pusat perdagangan dan pelayaran yang mempertemukan berbagai kelompok masyarakat dari beragam latar budaya selama berabad-abad.

Karena itu, pelestarian arsip, artefak, serta peninggalan sejarah lainnya dinilai perlu menjadi agenda berkelanjutan agar identitas kota tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, komunitas sejarah, dan lembaga budaya, Pemkot Semarang berharap penguatan warisan maritim tidak hanya menjadi upaya pelestarian masa lalu, tetapi juga mampu mendukung pengembangan pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata berbasis sejarah di masa depan.

Share This Article
Follow:
Penyuka sushi dan semua tentang Jepang.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *