Istana Bakal Evaluasi Latsarmil KDMP

Pemerintah berharap evaluasi tersebut dapat meningkatkan standar keselamatan peserta tanpa mengurangi tujuan pembentukan manajer Koperasi Merah Putih yang profesional dan berkomitmen terhadap kepentingan nasional.

Mugi Imaning Tyas
2 Min Read
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro. Istimewa

HEADLINNEWS.ID – Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro memastikan, pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan yang tergabung dalam Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2026, bakal dievaluasi.

Hal itu dilakukan seiring dengan peristiwan meninggalnya lima orang peserta dalam kegiatan yang dikomandio Kementerian Pertahanan (Kemhan) itu.

“Masukan dari masyarakat, dari berbagai pihak tentu didengar oleh pemerintah, diperhatikan, dan itu menjadi bahan untuk mengevaluasi supaya proses pelatihan ini menjadi lebih baidiak,” kata Juri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Namun begitu, ia menyebut, evaluasi dilakukan untuk memperbaiki pola pelatihan bukan menghentikan program yang dinilai penting bagi operasional koperasi di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut, Juri menyebut, fokus evaluasi akan diarahkan pada langkah mitigasi risiko selama proses Pendidikan berlangsung.

“Intinya memitigasi supaya tidak terjadi masalah seperti yang sudah terjadi, meninggalnya lima orang itu tadi. Jadi ke depan sudah diantisipasi supaya tidak terjadi korban,” ujarnya.

Saat ditanya apakah Istana telah menyampaikan usulan khusus kepada penyelenggara, Juri mengatakan koordinasi terus dilakukan meski tidak seluruh proses pembahasannya disampaikan kepada publik.

“Kita koordinasi atau diskusi dengan mereka tidak selalu harus disampaikan ke publik. Tapi intinya sama-sama memahami bahwa masukan masyarakat itu penting dan diperhatikan,” katanya.

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang disampaikan Kementerian Pertahanan, korban meninggal dunia kini mencapai lima orang.

Korban terbaru adalah Nola Dya Sari yang mengikuti Latsarmil di Satuan Pendidikan Dudik Bela Negara Kalimantan. Sebelumnya, empat peserta lain yang meninggal dunia adalah Yonanda Muhammad Taufiq pada 17 Juni 2026, Anisa Muyassaroh pada 18 Juni 2026, Novia Rahmadhani Sihotang pada 22 Juni 2026, dan Muhammad Rifki Renaldi Gunawan pada 25 Juni 2026.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *