Dugaan Pelecehan Seksual Nyaris Picu Bentrokan, Unnes: Kasus Sudah Ditangani

Dicky Aditya
3 Min Read

HEADLINNEWS.ID – SEMARANG – Situasi di sekitar kawasan kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada Rabu (17/6) malam memanas dan hampir berakhir dengan keributan besar yang dipicu perbuatan pelecehan seksual di media sosial (medsos), tetapi pelakunya terus dikejar berbagai pihak untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Aksi kerumunan massa hingga Kamis (18/6) dini hari terus berlanjut dan akhirnya membubarkan diri setelah seseorang yang diduga terduga pelaku diamankan petugas kepolisian untuk kemudian dibawa ke Mapolrestabes Semarang.

Menanggapi melalui pernyataan resminya, diwakili Kepala Bagian Humas Unnes, Dr Surahmat menyampaikan bahwa kasus ini telah ditangani sesuai prosedur dan penanganan diserahkan kepada Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Unnes.

Menurut Rahmat, seluruh investigasi akan diselesaikan secara internal oleh pihak kampus, akan tetapi jika kasus diambil alih pihak kepolisian, maka segala proses lebih lanjut termasuk penyelidikan maupun penyelesaian sesuai hukum yang berlaku akan didampingi.

“Pihak pelapor telah dipanggil untuk memberikan keterangan dan informasi. Saat ini, Satgas PPK Unnes dan Polrestabes Semarang bekerja sama untuk penyelesaian dan penyelidikan kasus yang termasuk kekerasan seksual tersebut,” katanya, melalui informasi resmi yang diterima, Kamis (18/6).

Sosok disebut pelaku dan diduga melecehkan melalui pesan WhatsApp (WA) yang viral di media sosial dan menyita perhatian kalangan mahasiswa didorong meminta maaf kepada korbannya.

Inilah pemicu massa berkumpul dan kondisi suasana di sekitar kampus sempat muncul ketegangan, sebelum akhirnya polisi datang untuk meredam amarah kerumunan sekaligus mengamankan terduga pelaku pelecehan.

Kasus dugaan pelecehan seksual yang menggemparkan lingkungan kampus Unnes dialami oleh tiga orang yang diduga sebagai korban.

Dari penyelidikan internal sementara oleh pihak kampus, kasus bermula antara pelaku dan korban terlibat percakapan di WhatsApp tetapi kemudian muncul pertanyaan berbau seksual. Korban yang merasa tidak nyaman kemudian membagikan informasi yang berkaitan pesan pribadi keduanya itu di group.

Lalu, permasalahan terus meluas dan lebih serius usai informasi tersebut tersebar luas. Muncul permasalahan lainnya, informasi yang disampaikan itu ternyata menuai respons beberapa orang lainnya yang juga merasa menjadi korban.

Kepala Humas Unnes tersebut menjelaskan pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan diperiksa oleh Polrestabes Semarang sejak dibawa menghindari amuk massa. 

“Terduga pelaku masih diperiksa di Mapolrestabes Semarang. Tentunya, prosedur penanganan telah menyesuaikan aturan Permendikbudristek serta kebijakan internal yang berlaku di lingkungan institusi kampus,” tegas Rahmat.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *