HEADLINNEWS.ID – Pemerintah Provinsi Jakarta berencana menyesuaikan tarif Transjakarta, Transjabodetabek, dan LRT Jakarta mulai 1 Januari 2027. Untuk Transjakarta, Dewan Transportasi Kota Jakarta atau DTKJ merekomendasikan tarif integrasi intramoda Rp5.000 dengan durasi tiga jam, sementara cakupan penerima layanan gratis diperluas dari 15 menjadi 21 golongan.
Dalam skema itu, tarif Rp5.000 berlaku untuk perjalanan BRT, non-BRT, dan Mikrotrans yang terintegrasi. Khusus penumpang Mikrotrans yang tidak melanjutkan perjalanan dengan BRT atau non-BRT, tarif yang direkomendasikan Rp2.000 per perjalanan.

DTKJ juga merekomendasikan penghapusan tarif khusus Rp2.000 pada pukul 05.00-07.00. Kebijakan itu dikaitkan dengan pembagian Kartu Layanan Gratis kepada 15 golongan yang sudah berlaku dan rencana penambahan enam golongan.
Pertimbangan DTKJ antara lain tarif Transjakarta Rp3.500 sudah berlaku sejak 2005 ketika layanan baru memiliki satu koridor dari Blok M ke Kota. Pada 2026, UMP DKI Jakarta tercatat Rp5.729.876, sementara cakupan layanan Transjakarta telah berkembang menjadi 14 koridor BRT, ratusan rute non-BRT dan Mikrotrans yang menjangkau 92,5 persen wilayah DKI Jakarta.
Untuk Transjabodetabek, DTKJ merekomendasikan tarif Rp10.000 dengan durasi perjalanan tiga jam. Integrasi tersebut direncanakan bertahap, mulai dari integrasi dengan layanan Transjakarta hingga integrasi dengan Transbandara, LRT, MRT, dan Commuter Line setelah penyiapan sistem ticketing tunggal dan penyesuaian model bisnis.
DTKJ juga mengusulkan tiket langganan integrasi intramoda Transjakarta Rp200.000 per bulan serta tiket langganan Transjabodetabek Rp400.000 per bulan. Keduanya dirancang dapat digunakan sepanjang hari selama sebulan, dengan diskon 20 persen bagi pengguna yang melakukan perjalanan selama 25 hari dalam sebulan.
Penyesuaian tarif dalam bahan tersebut disertai sejumlah usulan peningkatan pelayanan. Di antaranya penambahan feeder dari kawasan perumahan Bodetabek menuju stasiun Commuter Line atau LRT Jabodebek dan halte Transjabodetabek, pengurangan headway menjadi 3-5 menit pada jam sibuk, serta penambahan armada pada rute dengan tingkat okupansi tinggi.
Bahan itu juga mengusulkan perawatan berkala armada dan fasilitas keselamatan, perluasan halte yang mengalami penumpukan, peningkatan akses bagi lansia dan penyandang disabilitas, serta pembaruan mesin gate pembayaran. Penguatan CCTV berbasis kecerdasan buatan dan penambahan petugas keamanan juga disebut sebagai bagian dari peningkatan layanan.

Untuk menopang kebutuhan perjalanan dari Bodetabek, bahan tersebut menyebut sekitar 4 juta orang masuk Jakarta setiap hari dan layanan transportasi umum baru menjangkau sekitar sepertiganya. Saat ini terdapat 18 rute Transjabodetabek dan 87 rute Mikrotrans yang dioperasikan PT Transjakarta.
Bahan rekomendasi menempatkan perubahan tarif bersamaan dengan perluasan akses layanan gratis dan peningkatan kualitas angkutan umum. Rekomendasi itu juga mencakup penambahan konektivitas kawasan perumahan, pengurangan waktu tunggu, perbaikan fasilitas halte dan armada, serta penguatan aspek keamanan sehingga penyesuaian tarif tidak berdiri sendiri dalam rancangan pelayanan transportasi.

