HEADLINNEWS.ID – SEMARANG, Forum Kiai Santri Pancasila (FKSP) Kecamatan Banyumanik menggelar Ngaji Pancasila perdana di Aula Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Alfussalam, Desa Gedawang, Kota Semarang, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini menjadi agenda pertama pengurus FKSP Banyumanik masa bakti 2026–2031.
Kegiatan tersebut dihadiri para ulama, kiai, santri, Ketua Dewan Syuro KH Moor Faizin Z.Z., pengurus FKSP Banyumanik, tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus Ponpes Tahfidz Qur’an Alfissalam Kidul. Dalam kegiatan itu, peserta mengkaji nilai-nilai Pancasila melalui perspektif Islam rahmatalilalamin.
Ketua Umum FKSP Kota Semarang KA Robani Albar mengatakan pemilihan Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Alfissalam Kidul sebagai lokasi perdana dilakukan karena pesantren dinilai memiliki peran dalam pembinaan santri.
“Kami ingin memulai dari pesantren, karena santri adalah garda terdepan dalam menjaga agama dan bangsa, Negara. Ngaji Pancasila artinya kita menyelaraskan iman, ilmu, dan cinta tanah air,” ujar Robani.
FKSP Banyumanik menyatakan kegiatan Ngaji Pancasila akan digelar secara rutin di berbagai kelurahan di Kecamatan Banyumanik. Agenda tersebut disebut sebagai bagian dari program organisasi pada masa kepengurusan 2026–2031.
Ketua Pengasuh Ponpes Alfussalam, Gus Salam, menyampaikan terima kasih kepada pihak yang hadir dan mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, Kota Semarang, serta para pejuang agama dan lintas iman.
Pelaksanaan Ngaji Pancasila perdana menandai dimulainya program FKSP Banyumanik masa bakti 2026–2031 yang menyasar lingkungan pesantren. Berdasarkan data kegiatan, forum tersebut menggabungkan pembahasan nilai-nilai Pancasila dengan kajian keislaman serta direncanakan berlanjut ke berbagai kelurahan di Kecamatan Banyumanik.

