Sindoro Sumbing Triathlon VII Sukses Digelar, Sport Tourism Wonosobo Kian Mendunia

Achmad Luthfi Khakim
By - Achmad Luthfi Khakim
4 Min Read
Sindoro Sumbing Triathlon VII Sukses Digelar, Sport Tourism Wonosobo Kian Mendunia

HEADLINNEWS.IDWONOSOBO – Kejuaraan Sindoro Sumbing Triathlon, Duathlon, dan Aquathlon VII kembali menyedot perhatian pecinta olahraga ketahanan. Digelar di kawasan Telaga Bedakah, Desa Tlogomulyo, Kecamatan Kertek, Sabtu (11/7/2026), ajang ini diikuti ratusan atlet dari berbagai daerah di Indonesia hingga peserta internasional dari Belgia dan Singapura.

Masuk dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo, kejuaraan tersebut tidak hanya menghadirkan persaingan olahraga, tetapi juga menjadi sarana promosi wisata alam yang memanfaatkan keindahan kawasan kaki Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan penyelenggaraan yang telah memasuki tahun ketujuh menunjukkan semakin besarnya antusiasme masyarakat terhadap olahraga ketahanan.

“Kejuaraan ini terus berkembang dari tahun ke tahun. Tidak hanya jumlah pesertanya yang meningkat, tetapi juga semakin banyak masyarakat yang mengenal triathlon, duathlon, maupun aquathlon,” ujarnya saat membuka perlombaan.

Menurut Afif, hadirnya nomor aquathlon melengkapi dua nomor yang telah lebih dulu dipertandingkan, yakni triathlon dan duathlon. Penambahan kategori tersebut diharapkan membuka peluang lebih luas bagi atlet pemula maupun generasi muda untuk mulai mengenal olahraga multisport.

Ia berharap pembinaan dapat dilakukan sejak usia sekolah melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga sehingga Wonosobo memiliki lebih banyak atlet di masa mendatang.

Selain menjadi ajang kompetisi, Afif menilai Sindoro Sumbing Triathlon merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam memperkuat sektor sport tourism.

Menurutnya, tren wisata berbasis olahraga terus berkembang dan menjadi peluang besar bagi daerah yang memiliki bentang alam menarik seperti Wonosobo.

Berbagai agenda seperti Dieng Caldera Run, Dieng Trail Run, hingga Sindoro Sumbing Triathlon menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menghadirkan event olahraga yang mampu menarik wisatawan.

“Kami ingin peserta datang bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga menikmati panorama alam Wonosobo sehingga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” kata Afif.

Tahun ini peserta dihadapkan pada tantangan alam yang cukup ekstrem. Perlombaan dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dengan suhu air Telaga Bedakah berkisar 10 hingga 12 derajat Celsius, sehingga menjadi tantangan tersendiri terutama bagi atlet yang berasal dari luar daerah.

Untuk menjamin keamanan, panitia telah menyiapkan sistem pengamanan di seluruh lintasan renang, sepeda, dan lari, termasuk pengaturan debit air telaga sebelum perlombaan dimulai.

Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo menjelaskan total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp120 juta.

Ia mengatakan keunikan Sindoro Sumbing Triathlon terletak pada kombinasi lintasan olahraga dengan panorama pegunungan, perkebunan teh, udara sejuk, dan kontur berbukit yang memberikan pengalaman berbeda dibandingkan event sejenis di daerah lain.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Wonosobo juga berencana memperluas penyelenggaraan sport tourism ke wilayah selatan seperti Watumalang, Kaliwiro, Kalibawang, Leksono, hingga Sukoharjo yang memiliki potensi alam tidak kalah menarik.

“Semakin banyak event olahraga digelar, semakin lama wisatawan tinggal di Wonosobo. Dampaknya tentu akan dirasakan oleh pelaku UMKM, penginapan, kuliner, hingga sektor jasa lainnya,” jelasnya.

Kejuaraan kali ini juga mendapat perhatian peserta mancanegara. Salah satunya Nicole, atlet aquathlon asal Singapura yang saat ini tinggal di Jakarta.

Nicole mengaku mengetahui kejuaraan tersebut melalui pencarian di internet dan tertarik mencoba sensasi berlomba di Telaga Bedakah.

Ia mengaku sempat terkejut dengan suhu air yang sangat dingin, namun tetap menikmati pengalaman berenang di danau dengan panorama pegunungan yang menurutnya sangat berbeda dibanding perlombaan yang biasa diikuti di laut maupun kolam renang.

“Saya datang untuk menikmati pengalaman baru. Medannya menantang, pemandangannya luar biasa, dan masyarakatnya sangat ramah,” ungkap Nicole.

Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap Sindoro Sumbing Triathlon, Duathlon, dan Aquathlon terus berkembang menjadi agenda olahraga berskala nasional hingga internasional. Selain melahirkan atlet-atlet berprestasi, event ini diharapkan semakin memperkuat posisi Wonosobo sebagai salah satu destinasi unggulan sport tourism di Indonesia sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *