HEADLINNEWS.ID – Kesenian tradisional tak selalu harus dikenalkan melalui panggung pertunjukan. Di tangan Nur Khafid, pelaku ekonomi kreatif asal Desa Gebang, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, budaya lokal justru hadir dalam bentuk barongan mini handmade yang dirancang sebagai mainan edukatif bagi anak-anak.
Selama lebih dari tiga tahun, Nur Khafid konsisten memproduksi replika barongan berukuran kecil yang ditujukan untuk anak usia dini, khususnya siswa PAUD dan TK. Selain menjadi sarana bermain, produk tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya tradisional sejak usia dini.
Setiap barongan dibuat secara manual menggunakan berbagai bahan, seperti busa, spons, lem, ember adukan sebagai rangka dasar, kain berbulu, serta material pendukung lainnya. Proses pengerjaan yang mengandalkan keterampilan tangan membuat setiap produk memiliki karakter dan detail tersendiri.
Barongan mini tersebut dipasarkan dengan kisaran harga Rp350 ribu hingga Rp750 ribu, bergantung pada ukuran, model, dan tingkat kerumitan pengerjaannya.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, Endah Cahya Rini, mengapresiasi kreativitas Nur Khafid yang mampu mengembangkan produk bernilai ekonomi tanpa meninggalkan unsur pelestarian budaya lokal.
Menurutnya, inovasi seperti ini membuktikan bahwa warisan budaya dapat dikemas menjadi produk kreatif yang memiliki nilai edukasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Barongan mainan ini menjadi cara menarik untuk mengenalkan budaya kepada generasi muda sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat. Kami berharap semakin banyak pelaku ekonomi kreatif yang mengangkat potensi budaya lokal sebagai identitas Kabupaten Demak,” ujar Endah.
Melalui karya tersebut, Nur Khafid tidak hanya mengembangkan usaha berbasis ekonomi kreatif, tetapi juga turut menjaga eksistensi kesenian barongan agar tetap dikenal oleh generasi muda.
Inovasi ini menjadi contoh bahwa pelestarian budaya dan pengembangan usaha dapat berjalan beriringan serta memberikan nilai tambah bagi daerah.

