Warisan Mbah Jasmani yang Tak Pernah Padam, Barongan Demak Terus Berkibar

Sanggar Putro Turonggo Utomo berharap kesenian barongan tetap lestari, memiliki regenerasi yang kuat, serta semakin dikenal hingga tingkat nasional.

Dinparta Demak
2 Min Read

HEADLINNEWS.ID – Sanggar Seni Barongan Putro Turonggo Utomo di Kampung Gesik, Desa Bolo, Kecamatan Demak, terus menjaga eksistensi kesenian tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak berdiri pada tahun 1995.

Sanggar yang didirikan oleh almarhum Mbah Jasmani tersebut kini memiliki sekitar 70 anggota aktif dan dikenal dengan ciri khas pertunjukan barongan serta topeng lawasan.

Berawal dari keinginan masyarakat untuk melestarikan budaya lokal, sanggar ini berkembang dari kelompok seni sederhana menjadi salah satu pelaku seni tradisional yang rutin tampil dalam berbagai kegiatan.

Sejumlah agenda yang pernah diikuti di antaranya hajatan masyarakat, Grebeg Besar, Festival Barongan 2022, hingga Pekan Kebudayaan Daerah.

Salah satu momen yang paling berkesan sekaligus menjadi prestasi membanggakan bagi Sanggar Putro Turonggo Utomo adalah saat dipercaya tampil dalam Pekan Kebudayaan Daerah 2022.

Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat di tengah perkembangan zaman.

Di tengah tantangan berupa menurunnya minat generasi muda terhadap seni tradisi, sanggar ini terus beradaptasi dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana memperkenalkan kesenian barongan kepada masyarakat yang lebih luas.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, Endah Cahya Rini, mengapresiasi upaya pelestarian yang dilakukan oleh Sanggar Putro Turonggo Utomo.

Menurutnya, kesenian barongan memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata budaya sekaligus memperkuat identitas Kabupaten Demak.

“Barongan merupakan kekayaan budaya yang harus terus diwariskan kepada generasi muda. Dengan kolaborasi berbagai pihak, kesenian ini dapat berkembang dan menjadi kebanggaan Kabupaten Demak,” ujar Endah.

Kedepan, Sanggar Putro Turonggo Utomo berharap kesenian barongan tetap lestari, memiliki regenerasi yang kuat, serta semakin dikenal hingga tingkat nasional.

Semangat yang diwariskan almarhum Mbah Jasmani pun diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya daerah.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *