Bupati Brebes Tanggung Biaya Pengobatan Empat Korban Pembacokan di Randusanga

Dedi Agustian
4 Min Read

HEADLINNEWS.ID – BREBES, – Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma memastikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes menanggung biaya pengobatan empat korban pembacokan di Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, Jawa Tengah. Kebijakan tersebut diambil setelah diketahui keluarga korban masuk desil satu atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.

Paramitha menjenguk para korban yang dirawat di RSUD Brebes, Rabu (14/10/2026). Tiga korban dewasa, yakni Fitri Andiani (24) yang merupakan istri terduga pelaku, serta kedua mertuanya, harus menjalani operasi akibat luka serius. Sementara itu, anak berusia satu tahun juga mengalami luka sayatan pada sela ibu jari tangan kiri.

β€œKorban pembacokan ada empat. Yang parah tiga, istri, ayah mertua dan ibu mertua pelaku. Sedangkan anak balitanya mengalami sedikit luka sayatan. Ketiga korban saat ini sedang dalam tindakan operasi oleh petugas medis,” kata Paramitha saat menjenguk korban.

Paramitha mengatakan, Pemkab Brebes akan menanggung biaya pengobatan seluruh korban agar mereka mendapatkan penanganan medis sesuai kebutuhan.

β€œUntuk biayanya kami yang tanggung, karena kasus seperti ini tidak ditanggung BPJS,” ujarnya.

Selain bantuan biaya pengobatan, Pemkab Brebes juga mempertimbangkan bantuan perbaikan rumah. Menurut Paramitha, keluarga tersebut tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak huni dan memiliki pekerjaan tidak tetap. Meski demikian, keluarga itu diketahui memiliki lahan pribadi di Desa Tengki, Kecamatan Brebes.

β€œMereka juga tinggal di rumah lepe-lepe, tapi memiliki lahan pribadi di Desa Tengki, Kecamatan Brebes. Sehingga kami tawarkan untuk bantuan bedah rumah karena pekerjaan keluarga itu tidak tetap,” ungkapnya.

Istri Terduga Pelaku Alami Retak Tulang Tengkorak

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Brebes, Aris Suparmiati, menjelaskan bahwa ketiga korban dewasa berada dalam kondisi sadar sebelum menjalani operasi.

Fitri mengalami luka serius di bagian kepala hingga menyebabkan retak tulang tengkorak akibat sabetan golok. Sementara itu, kedua orangtuanya juga mengalami luka berat di bagian kepala.

β€œMudah-mudahan operasi berjalan lancar dan mereka kembali sadar dengan kondisi yang lebih baik,” kata Aris.

Pembacokan Diduga Berawal dari Perselisihan Rumah Tangga

Peristiwa pembacokan tersebut terjadi di Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, Selasa (13/10/2026) malam. Diska Romadhon (27) diduga menyerang istri, kedua mertuanya, dan anaknya yang masih berusia satu tahun menggunakan sebilah golok.

Berdasarkan informasi awal, kejadian itu diduga bermula dari perselisihan rumah tangga yang berkaitan dengan persoalan ekonomi dan pekerjaan. Pertengkaran tersebut kemudian memanas hingga berujung pada serangan menggunakan senjata tajam.

Ayah mertua terduga pelaku, Taripin (53), berusaha menghentikan serangan tersebut. Namun, ia justru mengalami luka serius di bagian kepala. Fitri yang berupaya melerai juga menjadi korban serangan. Sementara itu, ibu mertuanya, Suripah (53), turut mengalami luka berat di bagian kepala.

Anak mereka yang saat itu berada dalam gendongan ibunya juga terkena sabetan senjata tajam hingga mengalami luka sayatan pada sela ibu jari tangan kiri.

Setelah kejadian, terduga pelaku meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor. Warga kemudian mengevakuasi keempat korban ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Brebes untuk mendapatkan pertolongan medis.

Peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Brebes sekitar pukul 21.45 WIB. Polisi selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, dan berkoordinasi dengan Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Satreskrim Polres Brebes untuk mencari terduga pelaku.

Upaya pencarian berakhir setelah Tim Resmob yang dipimpin Aiptu Titok Ambar Pramono menangkap Diska di wilayah Kota Tegal. Polisi juga menyita sebilah golok yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut sebagai barang bukti.

Editor: HL-News
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!