8.523 Koperasi Merah Putih di Jateng Ditantang Hidupkan Ekonomi Desa

Atto'
By
Atto'
3 Min Read
Kunjungan kerja Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Budi Santoso, didampingi Ahmad Luthfi, ke KDKMP di Kecamatan Baki, Sukoharjo ,Selasa (13/10/2026).
Oleh: Atto'

HEADLINNEWS.ID – SUKOHARJO. Sebanyak 8.523 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah terbentuk di Jawa Tengah. Namun, data Pemprov Jateng per 12 Oktober 2026 menunjukkan baru 5.427 unit atau 64 persen yang beroperasi, sementara sisanya 3.096 unit masih dalam tahap persiapan. Dari sisi infrastruktur, 5.895 gedung koperasi telah rampung dibangun 100 persen menunjukkan pembangunan fisik harus segera diikuti kesiapan pengelolaan agar manfaatnya dirasakan warga.

Kondisi ini menjadi fokus utama kunjungan kerja Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Budi Santoso, didampingi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, ke tiga KDKMP di Kecamatan Baki, Sukoharjo yaitu Purbayan, Kadilangu, dan Menuran β€” Selasa (13/10/2026).

Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan, keberadaan koperasi tidak boleh berhenti pada bangunan fisik semata.

“Presiden ingin desa dan kelurahan juga maju, bukan hanya kota. Gedung ini tak ada manfaatnya kalau tidak diisi. Tujuannya agar koperasi melayani kebutuhan masyarakat desa dengan tepat,” ujarnya.

KDKMP diarahkan menjadi pusat layanan ekonomi warga: penyediaan pangan, pupuk-LPG bersubsidi, layanan keuangan, hingga pemasaran hasil tani dan produk UMKMΒ  sehingga warga mudah berbelanja dan produsen lokal tak lagi kesulitan akses pasar.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng, Linda Widiastuti Ariningrum, menyampaikan 4.230 koperasi menjadi prioritas verifikasi dan validasi kesiapan. Per akhir September 2026, progres mencapai 61,67 persen, melampaui target pusat.

Langkah pendukung juga digencarkan:
β€’ Pelatihan & sertifikasi kompetensi bagi 5.040 bendahara KDKMP, Oktober–November 2026
β€’ Fasilitasi kontak bisnis di 35 kabupaten/kota serta pendampingan tata kelola dan pemasaran
β€’ Dukungan satu tenaga manajer profesional selama dua tahun, setelah itu koperasi diharapkan mandiri

Gubernur Ahmad Luthfi mengingatkan agar setiap koperasi menyesuaikan diri dengan kearifan dan potensi daerah masing-masing.

“Tidak semua KDKMP harus dipukul rata sama, disesuaikan kearifan lokal daerahnya,” ucapnya.

Contohnya di Desa Purbayan, koperasi membuka akses pasar bagi jamur kuping, kerupuk rambak, emping melinjo, kerajinan wayang, dan produk kelompok PKK β€” memutar ekonomi langsung di tingkat desa.

Di Sukoharjo, dari 167 desa, 151 gedung telah selesai dibangun. Namun, ukuran keberhasilan bukanlah berapa banyak bangunan berdiri, melainkan: apakah warga terbantu, petani dan UMKM mendapat pasar, serta koperasi tumbuh sehat dan mandiri.

Editor: Atto'
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!