Rob Demak dan Pemulihan Sawah Jadi Fokus Rekomendasi PDBN

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
4 Min Read

HEADLINNEWS.ID – Persoalan banjir rob, pemulihan lahan pertanian, dan penguatan ekonomi rakyat menjadi fokus pembahasan Paguyuban Demak Bintoro Nusantara (PDBN) dalam merumuskan arah pembangunan Kabupaten Demak menuju 2045. Forum Rembuk Bintoro bertajuk “Demak 2045” itu digelar secara daring pada Minggu (11/10/2026) dengan melibatkan akademisi, pengusaha, praktisi, dan diaspora Demak.

Ketua Umum PDBN sekaligus Anggota VI BPK RI, HM Fathan Subchi, menekankan perlunya rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti, terutama untuk menangani rob di Sayung dan wilayah sekitarnya. Penanganan tersebut, menurut dia, perlu mencakup perlindungan warga, pencegahan kerugian berulang, serta pemulihan lahan dan mata pencaharian masyarakat.

Selain persoalan pesisir, forum membahas pemulihan produktivitas pertanian dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Komoditas bawang, melon, dan semangka disebut memiliki peluang pengembangan dengan dukungan akses pasar yang lebih baik serta keterlibatan petani dan pelaku usaha.

Guru Besar Universitas Terbuka sekaligus Ketua Dewan Pakar dan Litbang PDBN, Prof. Dr. Hanif Nurcholis, menilai penanganan rob perlu dikaitkan dengan pemulihan ekonomi warga. Keberhasilan penanganan bencana, menurut dia, tidak cukup diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari pulihnya produktivitas sawah dan tambak serta peningkatan pendapatan masyarakat.

Hanif mengusulkan program percontohan “Demak Produktif” yang mencakup pertanian adaptif, perikanan, pengolahan hasil, dan pemasaran. Pelaksanaannya perlu menyesuaikan kondisi lapangan, menggunakan data sebagai dasar evaluasi, serta melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media.

Dari sisi pemasaran pertanian, Wakil Ketua Umum PDBN H. Abdullah Taqwim menyoroti perlunya kepastian pasar sebelum petani meningkatkan produksi. Kepastian permintaan, pembeli, standar kualitas, dan distribusi dinilai diperlukan agar hasil panen terserap, disertai penguatan penanganan pascapanen dan logistik.

Pengembangan ekonomi daerah juga mencakup usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sekretaris Jenderal PDBN Edy Sayudi mendorong peningkatan kualitas produk, sertifikasi, digitalisasi, dan akses pasar agar pelaku UMKM dapat masuk ke rantai pasok industri.

Edy juga menyoroti rencana pembangunan Giant Sea Wall. Menurut dia, pembangunan infrastruktur tersebut perlu dikaitkan dengan pengembangan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Sementara itu, Ketua PGSI Kabupaten Demak Noor Salim meminta rencana tersebut dikaji secara menyeluruh, termasuk potensi dampaknya terhadap lingkungan pesisir, mata pencaharian nelayan, mobilitas warga, dan akses pendidikan anak-anak.

Rektor Universitas Terbuka sekaligus anggota Dewan Pakar dan Litbang PDBN, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, menekankan perlunya penanganan persoalan Demak secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Ia mengusulkan penyusunan prioritas jangka pendek, menengah, dan panjang, termasuk program percepatan yang hasil awalnya dapat segera dirasakan masyarakat.

Ali juga mendorong penguatan kajian melalui seminar, simposium, diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD), serta publikasi ilmiah. Kajian tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis data untuk mendukung penentuan prioritas pembangunan daerah.

Forum yang berlangsung pukul 19.30 hingga 21.00 WIB itu turut menghadirkan Guru Besar Universitas Diponegoro Prof. Dr. Purwanto, Kiai Fatkhur Rahman yang bergerak di bidang pesantren dan pertanian, serta Kepala Biro BP Batam Dr. Siswanto sebagai penanggap.

Pembahasan PDBN memperlihatkan tiga persoalan yang saling berkaitan dalam agenda pembangunan Demak: pengendalian rob, pemulihan produktivitas pertanian dan tambak, serta perluasan akses pasar bagi pelaku usaha lokal. Namun, data sumber belum memuat rincian anggaran, target terukur, jadwal pelaksanaan, maupun pihak yang bertanggung jawab menjalankan usulan tersebut. Karena itu, gagasan dalam forum masih perlu diterjemahkan menjadi program konkret agar kemajuan penanganan rob dan pemulihan ekonomi warga dapat dinilai berdasarkan hasil yang terukur.

Editor: Michael Ivan
Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!