Perbaikan Kawasan Simpang Lima, Trotoar dan Tata Ruang Kota Dibenahi Semuanya, Selesai Desember

Dicky Aditya
By
Dicky Aditya
Berbagi informasi yang menarik
3 Min Read
Perbaikan kawasan Simpang Lima, Kota Semarang membuat kondisinya terlihat tidak nyaman dan mengganggu warga yang aktivitas, penataan tata ruang tersebut baru akan selesai pada Desember 2026

HEADLINNEWS.ID – SEMARANG – Kawasan Simpang Lima, Kota Semarang sedang dalam penataan ulang, ada perbaikan tata ruang dan penghijauan taman di sekitarnya. Hingga kini, perbaikan tersebut belum rampung, kawasan utama pusat kota pun terlihat tidak rapi dan berantakan.

Kondisi kawasan Simpang Lima diperbaiki total dan semua sudutnya mendapatkan perhatian.

Pihak dari Pemerintah Kota Semarang, sebagai pelaksana perbaikan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang memastikan proses pembenahan Simpang Lima, ditargetkan selesai pada akhir tahun ini, yakni di bulan Desember 2026.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang Suwarto menjelaskan bahwa perbaikan berjalan lancar dan diharapkan dapat selesai tepat waktu.

“Sejauh ini, aman tidak ada masalah apapun dan pekerjaan kita targetkan selesai Desember akhir tahun ini. Proses revitalisasi tidak hanya untuk penanganan banjir, tetapi dilakukan penataan kawasan agar lebih rapi dan nyaman,” ucap dia, Senin (12/10).

Dalam pekerjaan perbaikan atau revitalisasi tersebut, Pemerintah Kota Semarang bukan sekadar melakukan penanganan sistem drainase untuk mencegah terjadi banjir, melainkan tata ruang kota juga dibenahi keseluruhan agar nyaman.

Suwarto menjelaskan, proses revitalisasi, saat ini berupaya memperbaiki kawasan pusat kota. Dengan penataan tata ruang, mulai dari ruang hijau, trotoar untuk pejalan kaki, serta bagian saluran atau drainase yang bertujuan mengatasi banjir.

“Semua bagian di kawasan di tata ulang. Pohon-pohon sedang dikarantina untuk menjadikan kawasan jantung kota yang nyaman, bersih, dan lingkungan di sekitarnya hijau dan sehat. Bagian penting juga akan dibuat lebih rapi, terutama untuk fasilitas sarana dan prasarana pendukung, trotoar di sekitar Simpang Lima diperbaiki supaya memberikan ruang publik yang menyediakan akses sebagai kota metropolitan ramah serta aman terhadap pejalan kaki,” katanya.

Selama proses perbaikan tersebut, warga menilai mengganggu aktivitas dan kawasan Simpang Lima menjadi tidak nyaman. Namun, kondisinya terus berlanjut, meski sebelumnya Kota Semarang sempat menggelar event besar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026, sebagai tuan rumah.

Meskipun warga terganggu dan kondisi kawasan kurang pantas dilihat, akan tetapi pekerjaan untuk perbaikan terus masih berjalan sampai berakhir. Tidak hanya itu, warga juga merasa khawatir dalam waktu dekat akan segera memasuki musim penghujan, yang membuat kawasan Simpang Lima semakin tidak nyaman ketika masih ada perbaikan yang berlangsung dan belum selesai.

Editor: Dicky Aditya
Share This Article
Follow:
Berbagi informasi yang menarik
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!