Dua Siswa SMPN 34 Tewas Dikejar Pelajar Bersenjata Tajam di Tangsel

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
3 Min Read

HEADLINNEWS.ID – TANGERANG SELATAN, Dua siswa SMP Negeri 34 Kota Tangerang tewas setelah sepeda motor yang mereka tumpangi menabrak pembatas jalan dan tiang listrik saat berusaha kabur dari kejaran kelompok pelajar yang diduga membawa senjata tajam di Alam Sutera, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Jumat (9/10/2026). Polisi menangkap tiga pelajar yang diduga membawa senjata tajam dalam peristiwa tersebut.

Kasi Humas Polres Tangsel Iptu Wahyuni mengatakan, kedua korban bersama teman-temannya baru selesai menjadi suporter pertandingan futsal di kawasan SPBU Pertamina Alam Sutera ketika kelompok pelajar lain datang dari arah Graha Raya.

Kelompok yang diketahui berasal dari SMK Yadika 4 Ciledug itu diduga membawa senjata tajam. Kedua korban dan teman-temannya kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan mengendarai sepeda motor menuju Sport Center Alam Sutera.

Saat dikejar hingga Jalan Sutera Utama, tepatnya di seberang pintu masuk Sekolah Laurensia, dua korban yang berboncengan menggunakan Honda Scoopy merah terjatuh setelah menabrak pembatas jalan dan membentur tiang listrik.

Kedua korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, seorang pelajar lainnya berhasil menyelamatkan diri ke pos keamanan Alam Sutera.

Hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah kedua korban di RSUD Kabupaten Tangerang tidak menemukan luka akibat sabetan senjata tajam maupun luka tusuk. Wahyuni menyebut korban mengalami luka memar dan lecet di sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah dan dahi, yang diduga akibat benturan dengan benda keras.

Setelah memeriksa lokasi dan melakukan penyelidikan, Unit Reskrim Polsek Serpong menangkap tiga pelajar yang diduga membawa senjata tajam. Ketiganya merupakan siswa SMK Yadika 4 Ciledug.

Satu pelajar diamankan di lokasi kejadian, sedangkan dua lainnya ditangkap di kediaman masing-masing. Polisi menyita satu bilah celurit besar berwarna merah, satu bilah arit, satu bilah golok, serta sejumlah barang lain, termasuk satu unit sepeda motor.

Wahyuni mengatakan dugaan tindak pidana terkait kepemilikan senjata tajam tersebut ditangani lebih lanjut oleh Polsek Serpong. Penanganan perkara dilakukan dengan memperhatikan ketentuan perlindungan identitas anak yang berhadapan dengan hukum.

Pihak SMK Yadika 4 menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya kedua siswa SMPN 34 Kota Tangerang tersebut melalui akun Instagram sekolah pada Senin (12/10/2026).

Sekolah itu menyatakan menyerahkan penyelidikan dan penanganan perkara kepada kepolisian serta bersedia bekerja sama dengan memberikan informasi yang diperlukan oleh penyidik.

Peristiwa ini melibatkan dua kematian pelajar, dugaan pengejaran menggunakan senjata tajam, dan penangkapan tiga pelajar yang masih berstatus anak. Namun, berdasarkan data yang tersedia, hubungan antara dugaan pengejaran dan kecelakaan serta pertanggungjawaban masing-masing pihak masih harus mengikuti hasil penyelidikan kepolisian. Ketiadaan luka sabetan atau tusukan pada tubuh korban juga tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh rangkaian peristiwa yang berujung pada kematian mereka.

Editor: Michael Ivan
Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!