Pengembangan Geothermal Gunung Ungaran, Dinas ESDM Jateng Akan Lihat Dampak Lingkungan, Pastikan Sumber Air

Dicky Aditya
By
Dicky Aditya
Berbagi informasi yang menarik
2 Min Read
Rencana pengembangan geothermal akan dilihat dampak dan analisa hingga sampai kerusakan lingkungan, sekaligus memastikan tidak akan merusak kearifan lokal yang ada di sekitarnya

HEADLINNEWS.ID – SEMARANG – Rencananya, Gunung Ungaran akan dipersiapkan untuk pengeboran demi pengembangan energi panas bumi atau geothermal. Namun sebelum dimulai, sejumlah pihak menyiapkan akan melihat dampak dari rencana tersebut, mulai dari kondisi lingkungan hingga pada proyek dipastikan tidak menggangu kearifan lokal yang ada.

Kepala Bidang Energi Baru dan Terbarukan (EBT) Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah Dwi Suryono menjelaskan bahwa akan lebih jauh berupaya untuk mengetahui dampak dari pengeboran terhadap sumber air. Sebab, kawasan yang akan dilakukan pengembangan akan ada di bawah perut bumi.

“Yang sekarang ini masih menjadi kekhawatiran terkait kondisi air tanah yang ada di kedalaman. Apalagi, masyarakat rata-rata memiliki sumber air dengan kedalaman jauh di atas pengembangan pengeboran panas bumi,” ucap Dwi.

Dalam dukungan atas pengembangan geothermal di Gunung Ungaran, terlebih dahulu pada tahap perencanaan akan ada kajian maupun studi analisa untuk mendukung semuanya aman dan lancar.

“Tentunya, perencanaan akan dibuat supaya tidak berdampak dan tidak menjadi sumber masalah. Kita yakin ada bagian teknis yang tidak akan menggangu air warga,” lanjut Kabid EBT Dinas ESDM Jateng tersebut.

Tahap perencanaan dan peninjauan kondisi untuk pemetaan, bertujuan menghindari pengembangan dan pengeboran mengganggu sumber air, tidak menyebabkan kerusakan lingkungan, dan tetap mempertahankan kondisi di sekitar warga.

“Sehingga, panas bumi dan kebutuhan air warga tidak akan bersinggungan dan akan berjalan masing-masing,” katanya lagi.

Selain dari sisi dampak, ke depannya juga akan dilihat menyeluruh tidak akan menimbulkan permasalahan apapun.

“Juga pengembangan proyek tertentu telah dilihat tidak akan merusak lingkungan ekologis di sekitarnya serta tetap menjaga kearifan lokal yang ada,” jelas dia.

Sampai dengan saat ini, proses dalam menyiapkan pemberitahuan bagi warga sekitar terus dilakukan.

“Sosialisasi yang untuk masyarakat juga telah dimulai dari sejumlah stakeholder terkait untuk tahap perencanaan. Tentu, kemudian akan didukung sosialisasi lainnya untuk memperoleh pendapat dari masyarakat,” kata Kabid Dinas ESDM Jateng itu.

Editor: Dicky Aditya
Share This Article
Follow:
Berbagi informasi yang menarik
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!