HEADLINNEWS.ID – Program cetak sawah, perbaikan irigasi, dan penyediaan sarana produksi pertanian menjadi sejumlah dukungan pemerintah yang dirasakan petani di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara. Perbaikan jalan dengan aspal hotmix juga memudahkan petani mengangkut hasil panen menuju tempat pengumpulan dan lokasi pemasaran.
Kepala Desa Pematang Kuala, Ramlan, mengatakan program cetak sawah membantu masyarakat memperluas lahan pertanian. Ia juga menyebut kebutuhan petani terhadap irigasi, pupuk, serta bibit dan benih semakin terpenuhi.
Menurut Ramlan, kondisi jalan yang lebih baik turut memperlancar pengangkutan hasil pertanian. Akses tersebut membantu petani membawa hasil panen dari lahan menuju tempat pengumpulan maupun lokasi pemasaran.
Dukungan terhadap kebutuhan pertanian juga disampaikan Yetno, anggota kelompok tani di Kecamatan Tanjung Beringin. Ia menilai ketersediaan sarana irigasi, pupuk bersubsidi, serta bibit dan benih berkualitas berkaitan dengan hasil produksi petani.
“Dengan terpenuhinya sarana irigasi, pupuk bersubsidi serta bibit dan benih yang berkualitas, hasil panen petani menjadi lebih baik dan berlimpah,” ujar Yetno, Rabu (7/10/2026).
Yetno juga menyampaikan bahwa perhatian pemerintah terhadap kebutuhan petani semakin dirasakan masyarakat di wilayahnya. Namun, data mengenai perubahan hasil panen, luas lahan yang dicetak, jumlah petani penerima manfaat, dan besaran peningkatan produksi tidak tercantum dalam keterangan sumber.
Program cetak sawah, dukungan sarana produksi, perbaikan irigasi, dan peningkatan akses jalan merupakan bentuk intervensi yang disebut membantu kegiatan pertanian di Sergai. Jalan yang lebih baik dapat mempermudah pengangkutan hasil panen, sedangkan ketersediaan irigasi dan sarana produksi berkaitan langsung dengan kegiatan budidaya.
Meski demikian, penilaian mengenai dampak program terhadap produktivitas dan kesejahteraan petani dalam sumber ini masih bertumpu pada pernyataan dua narasumber. Tanpa data luas lahan, hasil panen, jumlah penerima manfaat, dan perbandingan produksi sebelum serta sesudah program, besarnya dampak program belum dapat diukur secara objektif.

