HEADLINNEWS.ID – SEMARANG – Kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang telah terjadi sejak Rabu (30/9) malam, namun hingga kini kondisinya belum berhasil dipadamkan. Meskipun, pihak-pihak terkait terus berusaha keras memadamkan kebakaran tersebut.
Salah satu warga yang tinggal di wilayah sekitar TPA, Muhammad Ibnu (29) mengaku beberapa hari ini tidak nyaman dalam melakukan aktivitas dan setiap hari merasakan asap dari kebakaran.
“Setiap pagi ada kabut tapi dari asap TPA Jatibarang, baunya juga mengganggu karena ada semacam aroma gas. Nggak cuma di Kalipancur, tapi juga dirasakan di Gunungpati yang juga tidak jauh dengan lokasi TPA,” ucap dia.
Warga lain, Sri Aminah (45) warga yang sering melalui jalur yang berdekatan dengan lokasi tersebut, juga menilai bahwa terganggu dengan kejadian terbakarnya TPA Jatibarang yang saat ini sedang dalam penanganan untuk pemadaman.
“Jarak pandang di jalan raya terbatas dan terganggu asap. Sehingga, tidak bisa berjalan kecepatan tinggi, tetapi harus hati-hati sekali agar aman,” ucapnya.
Berdasarkan informasi terbaru yang berasal dari Dinas Kesehatan Kota Semarang menemukan bahwa asap kebakaran disebut mengandung sulfur dioksida (SO2) yang cukup tinggi, kondisi tersebut dinilai membahayakan kesehatan warga.
Atas kondisi ini, Pemerintah Kota Semarang mengingatkan warga yang beraktivitas untuk menggunakan masker mengingat ada ancaman berbahaya yang harus diwaspadai.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam menjelaskan kebakaran memicu dampak berbahaya, mengingat asap yang tidak aman bagi kesehatan. Sehingga, masyarakat harus menjaga kesehatan dan menghindari situasi tersebut dengan menggunakan masker untuk beraktivitas.
“Warga sebaiknya menggunakan masker ketika berada di luar atau melakukan aktivitas. Sementara waktu ini, sebisa mungkin tidak terlalu banyak terkena paparan asap, sehingga dapat lebih menjaga diri dan hati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan kebakaran,” ucap Hakam, Selasa (6/10).

