HEADLINNEWS.ID β Semarang, Kebakaran TPA Jatibarang di Semarang melanda sekitar 10 hektare lahan. Tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
BPBD Jawa Tengah mengerahkan beberapa truk tangki air dan light tower untuk mendukung pemadaman. Penanganan juga melibatkan BPBD Kota Semarang, BPBD Kabupaten Demak, pemadam kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, TNI, Polri, PMI, serta sejumlah relawan.
Tim gabungan mengerahkan delapan unit pemadam kebakaran untuk operasi pemadaman per zona. Mereka juga menggunakan delapan unit penyuplai air dan alat berat untuk menangani tumpukan sampah yang terbakar.
Area yang terdampak kebakaran terbagi di tiga zona. Zona 1 dan 2 mencakup sekitar 8 hektare, sedangkan zona 3 sekitar 2 hektare.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengimbau masyarakat mewaspadai kebakaran selama musim kemarau. Ia meminta warga tidak membuang puntung rokok sembarangan serta tidak meninggalkan lahan ketika melakukan pembakaran.
βTidak boleh sembarangan buang puntung rokok. Kemudian kalau membakar lahan ditungguin, tidak ditinggal dan lain sebagainya,β ujar Luthfi.
Menurut Luthfi, penanganan kebakaran membutuhkan kerja sama lintas instansi dan dalam kondisi tertentu dapat melibatkan dukungan pemerintah pusat.
Data Pusat Pengendalian Operasi BPBD Jawa Tengah mencatat 864 kebakaran sepanjang 1 Januari hingga 27 September 2026. Rinciannya terdiri atas 481 kebakaran hutan dan lahan serta 383 kebakaran gedung dan permukiman.
Data tersebut belum mencakup kebakaran TPA Jatibarang.
Kebakaran TPA Jatibarang berdampak pada sekitar 10 hektare lahan dan membutuhkan penanganan lintas instansi. Operasi pemadaman melibatkan delapan unit pemadam kebakaran, delapan unit penyuplai air, serta alat berat, sementara penyebab kebakaran masih diselidiki.

