HEADLINNEWS.ID – Kepuasan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mencapai 80,7 persen dalam survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) pada 8–20 September 2026. Survei yang dirilis 24 September itu juga mencatat 82,1 persen responden menyatakan percaya kepada Prabowo.
Dalam pengukuran kepuasan terhadap kinerja kepemimpinan, 14,4 persen responden menyatakan tidak puas dan 4,9 persen tidak memberikan jawaban. Pemerintahan Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memasuki masa mendekati dua tahun sejak dilantik pada 20 Oktober 2024.
Untuk tingkat kepercayaan, 12,8 persen responden menyatakan tidak percaya kepada Prabowo, sedangkan 5,1 persen tidak memberikan jawaban. Penilaian terhadap sejumlah bidang kebijakan berada di tingkat yang berbeda.
Sektor ekonomi menjadi salah satu bidang dengan tingkat kepuasan yang lebih rendah, yakni 52,8 persen. Sebanyak 41,5 persen responden menyatakan tidak puas dan 5,7 persen tidak memberikan jawaban.
Penilaian terhadap stabilitas harga dan kenaikan harga bahan pokok juga menunjukkan angka yang lebih rendah, dengan 51,6 persen responden menyatakan puas dan 40,8 persen tidak puas. Sebanyak 7,6 persen responden tidak memberikan jawaban.
Sementara itu, 79,1 persen responden menyatakan puas terhadap eksekusi, keberanian, dan keberpihakan pemerintah terhadap program-program kerakyatan. Kepuasan terhadap pemberantasan korupsi tercatat 81,3 persen, sedangkan pada aspek demokratisasi dan kebebasan berpendapat mencapai 80,1 persen.
Pada penanganan kemiskinan, tingkat kepuasan mencapai 79,1 persen. Untuk program kesejahteraan sosial dan bantuan sosial, angkanya 71,8 persen, dengan 25,3 persen responden menyatakan tidak puas.
Program Makan Bergizi Gratis atau MBG mendapat tingkat kepuasan 69,8 persen. Ketika ditanya soal keberlanjutan program, 71,8 persen responden menyatakan MBG perlu dilanjutkan, 17,4 persen meminta evaluasi, dan 8,1 persen meminta program dihentikan.
Rilis LKPI menyebut survei dilakukan dengan metode multistage random sampling, tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error kurang lebih 3,1 persen. Namun, jumlah responden dalam rilis tidak konsisten: bagian awal menyebut 1.400 responden, sedangkan bagian metodologi mencantumkan 1.246 responden.
Data yang dirilis LKPI memperlihatkan perbedaan penilaian antara kepemimpinan secara umum dan sejumlah bidang kebijakan. Kepuasan terhadap kepemimpinan tercatat 80,7 persen, sementara sektor ekonomi 52,8 persen dan stabilitas harga serta bahan pokok 51,6 persen, sehingga penilaian responden tidak seragam di seluruh bidang.

