4 Kelompok Gelar Aksi di DPR, Bawa Tuntutan Berbeda

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
3 Min Read

HEADLINNEWS.ID – Jakarta, Empat kelompok masyarakat dan mahasiswa menggelar aksi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026), dengan tuntutan yang berbeda. Agenda mereka mencakup desakan pengesahan RUU Perampasan Aset, hukuman mati bagi koruptor, penurunan harga kebutuhan pokok, hingga dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kelompok yang terlibat yakni Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB), Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), dan Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4).

AMPB dari Pati, Jawa Tengah, mendesak DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset serta mengeluarkan pernyataan tertulis mengenai komitmen terhadap pengesahan aturan tersebut. Mereka juga meminta penuntasan kasus dugaan korupsi yang melibatkan pejabat Pemerintah Kabupaten Pati, termasuk Bupati Pati Sudewo.

Dalam data aksi yang disampaikan, Sudewo disebut menerima suap dan gratifikasi senilai Rp2,6 miliar dengan potensi kerugian negara mencapai Rp42 miliar. AMPB juga menyoroti pemblokiran rekening donasi yang dikelola Mas Botok menjelang aksi.

Sementara itu, AMDB membawa tiga tuntutan, yakni pengesahan RUU Perampasan Aset, hukuman mati bagi koruptor, dan penurunan harga kebutuhan pokok. Sekitar 2.000 anggota AMDB dijadwalkan mengikuti aksi di Depok sebelum bergerak menuju Jakarta.

GERAM mengerahkan sekitar 1.000 massa yang berasal dari 14 organisasi mahasiswa dan masyarakat sipil. Kelompok ini membawa 10 tuntutan yang mencakup isu politik, ekonomi, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan pemberantasan korupsi.

GERAM antara lain menuntut pertanggungjawaban politik dan hukum terhadap Prabowo-Gibran, evaluasi Koperasi Desa Merah Putih dan MBG, penolakan kebijakan pajak yang dinilai menindas rakyat, pendidikan dan kesehatan gratis, penurunan harga kebutuhan pokok, serta kenaikan upah buruh.

Tuntutan lainnya adalah penetapan bencana di Sumatera dan Nusa Tenggara Timur sebagai bencana nasional, perlindungan pekerja rumah tangga, demiliterisasi, penghentian kriminalisasi aktivis, serta penyitaan aset hasil korupsi untuk kepentingan publik. GERAM juga meminta pimpinan DPR RI menemui massa untuk membuka ruang dialog.

Berbeda dari tiga kelompok lainnya, RMP4 dari Bangkalan, Jawa Timur, datang untuk menyuarakan dukungan terhadap sejumlah program Presiden Prabowo Subianto, terutama MBG. Kelompok tersebut menyiapkan 500 tiket keberangkatan bagi masyarakat dari berbagai latar belakang.

RMP4 meminta pemerintah mengevaluasi tata kelola MBG dan membenahi dapur yang dinilai masih memiliki kekurangan. Mereka menyatakan tidak menuntut penghentian program tersebut, melainkan perbaikan pelaksanaannya.

Editor: Michael Ivan
Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!