HEADLINNEWS.ID – Operasi Cabut Pentil terhadap sepeda motor parkir liar di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan berujung bentrokan antara petugas Satpol PP dan Dinas Perhubungan dengan pekerja proyek pembangunan gedung. Seorang anggota Satpol PP terluka akibat pengeroyokan dan hantaman helm proyek hingga harus dirawat di puskesmas.
Petugas gabungan menggelar penertiban di tepi jalan yang dipenuhi motor pekerja pada jam istirahat siang. Sasarannya adalah sepeda motor yang parkir liar di bahu jalan.
Motor-motor itu disebut milik pekerja proyek pembangunan gedung di sekitar lokasi. Petugas melakukan Operasi Cabut Pentil sebagai tindakan penertiban.
Pekerja yang baru selesai makan siang memprotes tindakan tersebut. Mereka keberatan karena motor mereka ikut ditertibkan saat jam istirahat.
Protes itu berkembang menjadi adu mulut di tengah jalan. Ketegangan memanas hingga terjadi saling dorong antara petugas dan pekerja.
Sejumlah pekerja yang tersulut emosi melemparkan batu dan helm pengaman ke arah rombongan petugas. Lemparan tersebut memicu kepanikan di sekitar lokasi.
Pedagang kaki lima di lokasi, Lilis, menuturkan momen ketika kendaraan petugas berhenti di dekat lapaknya. Saat itu para pekerja sedang makan dan kemudian kembali ke lokasi parkir.
“Lagi baru dagang, PP-nya berhenti di sebelah saya. Anak-anak pada makan, terus balik lagi. Akhirnya sama anak-anak dibalangi (dilempar) batu, tawuran,” kata Lilis.
Lilis mengaku panik dan memilih menjauh karena takut terkena lemparan. “Saya takut kalau kejadian sampai berdarah, takut dilemparin batu. Si Satpol PP-nya itu turun semua, berontak,” lanjutnya.
Pedagang lain, Puji, menyebut suasana sebelum ricuh relatif sepi. Area hanya dipadati kendaraan yang terparkir di tepi jalan.
“Pedagangnya sepi pas waktu itu, cuma pada parkir doang. Begitu ricuh, saya tidak melihat langsung karena ada di sebelah sana dan langsung diusir suruh pindah,” ungkap Puji.
Saat situasi kian memanas, para pedagang diminta mengosongkan area. Mereka diminta berpindah untuk menghindari risiko terkena lemparan.
Akibat bentrokan, seorang anggota Satpol PP mengalami luka pengeroyokan dan hantaman helm proyek. Korban mendapat perawatan medis di puskesmas.
Petugas Satpol PP melaporkan insiden penganiayaan tersebut ke Polsek Kebayoran Baru. Laporan itu berkaitan dengan aksi kekerasan fisik selama penertiban.
Polisi memeriksa sejumlah saksi untuk mengidentifikasi pelaku pengeroyokan. Pemeriksaan dilakukan guna mengurai kronologi bentrokan.
Manajemen proyek pembangunan gedung menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Mereka menyatakan memperketat pengawasan parkir bagi para pekerja di sekitar Bulungan.
Pihak berwenang menegaskan proses hukum terhadap aksi kekerasan fisik tetap berjalan. Penegakan aturan parkir liar juga tetap menjadi fokus operasi gabungan.
Penertiban bermula dari Operasi Cabut Pentil yang digelar Satpol PP bersama Dishub di kawasan Bulungan. Operasi menyasar sepeda motor yang parkir liar di tepi jalan.
Motor-motor itu berada di sekitar proyek pembangunan gedung. Para pekerja memarkir kendaraan saat jam kerja dan jam istirahat makan siang.
Tindakan pencabutan pentil memicu keberatan dari pekerja. Mereka menilai penertiban dilakukan saat mereka sedang istirahat.
Keberatan itu berubah menjadi protes terbuka. Adu mulut terjadi di jalan raya dan berlanjut saling dorong.
Situasi memburuk ketika sejumlah pekerja melemparkan batu dan helm pengaman ke petugas. Lemparan tersebut menjadi puncak kericuhan.
Saksi mata pedagang menggambarkan kepanikan di lapak sekitar. Lilis melihat petugas berhenti di sebelah lapaknya sebelum lemparan terjadi.
Puji yang berdagang di titik berbeda tidak melihat langsung awal bentrokan. Ia hanya mengetahui situasi setelah diminta pindah oleh petugas.
Setelah ricuh mereda, satu anggota Satpol PP dilaporkan luka dan dirawat. Kasus kemudian ditarik ke ranah kepolisian dengan laporan resmi ke Polsek Kebayoran Baru.
Bentrokan ini menunjukkan titik gesek antara penegakan aturan parkir liar dan kebutuhan parkir pekerja proyek di kawasan padat seperti Bulungan. Operasi Cabut Pentil sebagai metode penertiban langsung memicu reaksi ketika menyasar kendaraan pekerja pada jam istirahat.
Kekerasan fisik berupa lemparan batu dan helm mengubah pelanggaran parkir menjadi perkara penganiayaan. Laporan ke Polsek Kebayoran Baru membuat dua isu berjalan paralel, yaitu penertiban parkir dan proses hukum kekerasan.
Permohonan maaf manajemen proyek dan pengetatan pengawasan parkir pekerja menjadi respons di tingkat proyek. Langkah itu tidak menghentikan proses hukum yang ditegaskan tetap berjalan oleh pihak berwenang.
Pemeriksaan saksi oleh kepolisian menjadi kunci untuk mengidentifikasi pelaku pengeroyokan. Hasil pemeriksaan itu akan menentukan kelanjutan penanganan kasus di Bulungan.

