HEADLINNEWS.ID β Proyeksi World Economic Forum (WEF) memperkirakan 170 juta pekerjaan baru tercipta secara global hingga 2030, sementara 92 juta pekerjaan lainnya tergeser. Proyeksi tersebut dibahas dalam Taman Talks yang diselenggarakan DPP Taruna Merah Putih di Taman Cattleya, Jakarta Barat, Sabtu (10/10/2026), dengan fokus pada kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi.
Mengacu pada Future of Jobs Report 2025, WEF memproyeksikan pertambahan bersih sekitar 78 juta pekerjaan secara global setelah memperhitungkan pekerjaan baru dan pekerjaan yang tergeser. Perkembangan teknologi dinilai dapat meningkatkan produktivitas sekaligus melahirkan jenis pekerjaan baru, tetapi juga berpotensi menggantikan pekerjaan yang selama ini dilakukan manusia.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyoroti tantangan Indonesia yang sedang berada dalam fase bonus demografi. Besarnya jumlah angkatan kerja, menurut dia, berhadapan dengan ketersediaan lapangan kerja yang masih terbatas.
βOtomatisasi dapat menjadi ancaman. Indonesia mengalami bonus demografi, ketika jumlah angkatan kerja besar, tetapi ketersediaan lapangan pekerjaan minim. Kita menghadapi risiko ketidakseimbangan antara jumlah pencari kerja dan ketersediaan lapangan pekerjaan,β kata Charles dalam diskusi tersebut.
Ia menilai perkembangan teknologi tidak hanya membawa risiko kehilangan pekerjaan. Proyeksi WEF juga memperlihatkan potensi munculnya pekerjaan baru dalam jumlah besar, sehingga kesiapan tenaga kerja menghadapi pergeseran kebutuhan keterampilan menjadi salah satu persoalan yang dibahas dalam forum itu.
Stephanie Octavia, Bendahara Umum DPP Taruna Merah Putih, menekankan bahwa peningkatan keterampilan perlu diikuti ketersediaan lapangan kerja yang layak. Menurut dia, persiapan generasi muda memasuki dunia kerja tidak cukup hanya melalui pelatihan.
Kegiatan Taman Talks merupakan bagian dari rangkaian acara menyambut Hari Sumpah Pemuda. Acara tersebut melibatkan Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta melalui bazar UMKM serta berbagai pelatihan bagi anak muda yang menggandeng Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Dinas Tenaga Kerja Jakarta Barat.
Proyeksi WEF memperlihatkan potensi pertambahan bersih pekerjaan secara global, tetapi angka tersebut tidak dengan sendirinya menjamin tersedianya pekerjaan bagi angkatan kerja Indonesia. Dalam diskusi tersebut, Charles menyoroti ketimpangan antara jumlah pencari kerja dan ketersediaan lapangan kerja, sementara Stephanie menegaskan perlunya menghubungkan peningkatan keterampilan dengan ketersediaan pekerjaan yang layak. Persoalan yang mengemuka bukan hanya kesiapan generasi muda beradaptasi dengan teknologi, melainkan juga kesesuaian antara keterampilan yang dibutuhkan dan peluang kerja yang tersedia.

