Banjir Rob Jateng Meluas, Gelombang 2,5 Meter Masih Berlangsung

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
2 Min Read

HEADLINNEWS.ID – Air laut pasang atau rob kembali meningkat di perairan utara Jawa Tengah sejak Minggu (4/10) dini hari dan merendam kawasan pesisir di sejumlah daerah sepanjang jalur pantura. BMKG mencatat ketinggian rob maksimal 1 meter pada pukul 02.00-05.00 WIB, sementara gelombang hingga 2,5 meter masih berlangsung di perairan selatan dan sebagian kawasan utara.

Dampak rob dilaporkan meluas dari Brebes hingga Rembang. Permukiman dan kawasan pesisir kembali tergenang akibat kenaikan air laut tersebut.

Prakirawan BMKG Stasiun Tanjung Emas Semarang, Sediyanto, mengatakan peningkatan rob dan gelombang tinggi perlu diwaspadai hingga beberapa hari ke depan. Di perairan utara, gelombang tinggi terpantau di wilayah Jepara, Karimunjawa, hingga Pati-Rembang.

Menurut Sediyanto, kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas warga, termasuk transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budi daya perikanan darat, dan aktivitas petani garam.

Gelombang tinggi di perairan utara juga meningkatkan risiko bagi kapal nelayan dan tongkang, terutama ketika kecepatan angin melebihi 15 knot. Saat ini, angin di perairan utara umumnya bertiup dari timur laut ke tenggara dengan kecepatan 2 hingga 20 knot.

BMKG meminta nelayan dan pengguna jasa kelautan memperhatikan risiko pelayaran ketika kecepatan angin di atas 15 knot dan tinggi gelombang melebihi 1,25 meter.

Di perairan selatan Jawa Tengah, gelombang diperkirakan masih berada dalam kategori sedang, tetapi tetap perlu diwaspadai. Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menyebut kondisi gelombang tinggi di wilayah Cilacap, Kebumen, hingga Purworejo diprediksi berlangsung hingga Selasa (6/10).

Cuaca di wilayah selatan diperkirakan cerah berawan hingga berawan tebal dengan pergerakan angin dari timur laut ke tenggara pada kecepatan 2 hingga 18 knot. BMKG meminta nelayan dan pengguna jasa kelautan memperhatikan potensi risiko selama beraktivitas di laut.

Peningkatan rob di pantura berdampak langsung pada permukiman, transportasi, aktivitas pelabuhan, budi daya perikanan darat, dan petani garam. Di laut, kondisi gelombang dan angin juga meningkatkan risiko pelayaran bagi kapal nelayan dan tongkang di wilayah yang terdampak.

Editor: Michael Ivan
Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!