HEADLINNEWS.ID β Perempuan pesisir Desa Wisata Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, mengembangkan potensi hasil laut menjadi produk ekonomi kreatif. Tiram yang selama ini lebih banyak dijual sebagai bahan mentah, diolah menjadi kerupuk yang memiliki nilai tambah sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Usaha tersebut dirintis Rusikah bersama kelompok nelayan perempuan dan telah berjalan sekitar satu tahun. Inovasi pengolahan tiram menjadi kerupuk tidak hanya memberikan nilai tambah pada hasil laut, tetapi juga menjadi salah satu upaya meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.
Selain memiliki nilai ekonomi, kerupuk tiram juga berpotensi dikembangkan sebagai oleh-oleh khas sekaligus menjadi bagian dari identitas Desa Wisata Timbulsloko.
βKami memanfaatkan tiram agar tidak hanya dijual sebagai bahan mentah. Kami terus meningkatkan rasa dan kualitas agar produk ini semakin dikenal,β ujar Rusikah.

Kepala Dinas Pariwisata (Dinparta) Kabupaten Demak, Endah Cahya Rini, mengapresiasi inovasi yang dikembangkan kelompok perempuan pesisir tersebut. Menurutnya, pengolahan potensi lokal menjadi produk bernilai tambah merupakan bagian penting dalam pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.
βKerupuk tiram menunjukkan bahwa potensi lokal dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sekaligus memperkuat ekonomi dan identitas desa wisata,β ujar Endah.
Ke depan, penguatan kualitas produk, kemasan, legalitas, hingga pemasaran diharapkan dapat semakin memperluas jangkauan kerupuk tiram. Dengan demikian, produk tersebut berpeluang menjadi salah satu produk ekonomi kreatif unggulan Desa Wisata Timbulsloko sekaligus memperkuat daya tarik wisata berbasis potensi lokal.

