HEADLINNEWS.ID – Komisi A DPRD Jawa Tengah menyoroti masih adanya berbagai kendala dalam pelayanan publik yang dirasakan masyarakat, baik pada layanan administrasi konvensional maupun sistem berbasis digital yang dinilai belum berjalan optimal.
Ketua Komisi A DPRD Jawa Tengah, Imam Teguh Purnomo, mengatakan masyarakat masih menghadapi hambatan saat mengurus berbagai dokumen dan layanan administrasi tertentu. Menurutnya, pelayanan umum yang berjalan secara normal atau konvensional masih kerap dianggap kurang efektif dan terlalu rumit.
“Pelayanan publik saat ini harus mengedepankan digitalisasi dan terintegrasi dalam berbagai layanan. Kami terus mengawal inovasi pemerintah dalam peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Imam, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, meskipun layanan publik berbasis digital telah diterapkan untuk mempermudah masyarakat, pada praktiknya masih ditemukan sejumlah kendala sehingga pelayanan belum sepenuhnya berjalan maksimal.
Menurut Imam, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya tantangan dalam tata kelola pelayanan birokrasi yang perlu terus dibenahi agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Pelayanan yang dibutuhkan masyarakat adalah kepraktisan dan kemudahan, terutama dalam kondisi mendesak. Karena itu, perlu dukungan digitalisasi pelayanan dan peningkatan inovasi,” ujarnya.
Ia berharap pengembangan layanan publik berbasis digital ke depan tidak hanya menghadirkan kemudahan akses, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang cepat, efektif, dan nyaman bagi masyarakat di Jawa Tengah.

